Jayapura Express – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya agar tidak bermain-main dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya yang berkaitan dengan program Sekolah Rakyat.

Pernyataan ini Gus Ipul sampaikan dalam rapat pembahasan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bersama Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kementerian Sosial, Jumat malam (11/7/2025).
“Jangan sekali-kali kita main-main dalam urusan Sekolah Rakyat. Buka saja apa adanya. Ikuti aturan,” tegas Gus Ipul, Sabtu (12/7/2025).
Tanpa Intervensi, Fokus pada Transparansi
Gus Ipul memastikan bahwa dirinya dan Wamensos tidak akan mencampuri proses pemilihan vendor atau penyedia barang-jasa. Ia meminta semua pejabat pengguna anggaran (PA) di lingkungan Kemensos untuk menjalankan proses pengadaan secara jujur, terbuka, dan sesuai prosedur.
“Saya ingin pengadaan ini betul-betul murni, sesuai dengan ketentuan. Karena ini amanah. Yang menang ya menang, yang kalah ya kalah,” ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya pelaporan terbuka kepada publik, agar masyarakat juga dapat melakukan pengawasan.
Baca Juga : Menkop: Harkopnas ke-78 Momentum Kebangkitan Gerakan Koperasi
Ancaman Tegas: Laporkan Jika Ada Kecurangan
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, Gus Ipul menginstruksikan agar setiap tahapan pengadaan akan ada pengawasan secara ketat. Ia juga menegaskan bahwa tidak akan segan melaporkan ke penegak hukum apabila ditemukan indikasi kecurangan, demi menjaga integritas proses dan menjamin bahwa anggaran digunakan sesuai peruntukannya.
“Kalau ada yang main-main, saya tidak segan untuk lapor aparat hukum,” tegasnya.
Sekilas Tentang Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 dan 2).
Fasilitas yang Pemerintah berikan antara lain:
-
Pendidikan formal jenjang SD, SMP, SMA
-
Asrama dan kebutuhan harian siswa
-
Seragam, sepatu, alat tulis, dan perlengkapan ibadah
-
Pembelajaran karakter, agama, dan keterampilan hidup
Sebagai langkah awal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan matrikulasi akan mulai pada 14 Juli di 63 dari total 100 lokasi rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sisanya akan menyusul di akhir bulan. Menandai komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas ke berbagai pelosok negeri melalui pendekatan inklusif dan terjangkau.
















