Jambore Kader Malaria 2025 di Jayapura, Garda Terdepan Perangi 3.313 Kasus Malaria
Jayapura Express – Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kapasitas para relawan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar Jambore Kader Malaria 2025 pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Pantai Wisata Hamadi, Jayapura Selatan.

Seluruh Kader Malaria se-Kota Jayapura mengikuti acara ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meng-update ilmu penanganan malaria, memperbarui status kader aktif, serta memperkuat sinergi pelaporan kasus malaria dari lapangan ke Dinas Kesehatan.
“Kader adalah ujung tombak pencegahan dan pengendalian penyakit malaria di Jayapura. Mereka bekerja luar biasa di lapangan meskipun hanya menerima honor sebesar Rp300 ribu,” ujar Indra Boedisusanto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Jayapura, saat membuka acara.
Baca Juga : Usai Lantik, IBI Kota Jayapura Berharap Pemkot Jayapura Realisasikan Kelas Profesi Bidan
Kader Malaria Berperan Vital dalam Deteksi Kasus
Kegiatan jambore ini juga menjadi wadah konsolidasi bagi para kader yang bertugas melakukan kunjungan rumah, edukasi masyarakat, serta pelaporan ke Puskesmas. Data yang mereka himpun menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan penanganan malaria.
Menurut Silas Mabui, Kepala Seksi TBC dan Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hasil kerja para kader malaria memungkinkan pemerintah untuk mendeteksi dan mencatat 3.313 kasus positif malaria di Kota Jayapura.
“Kami mengapresiasi kerja keras para kader. Tanpa mereka, sulit bagi kami untuk mengetahui data kasus secara akurat,” tegas Silas.
Dukungan Pemda dan Komitmen Berkelanjutan
Jambore ini turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan menjadi bagian dari langkah strategis dalam pemberantasan malaria berbasis komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan teknis para kader. Tetapi juga membangun solidaritas dan semangat kerja mereka dalam menjalankan misi kesehatan di masyarakat.
















