IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.159, Saham Asia Ikut Naik

Jayapura Express – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi, 17 Juni 2025, dibuka di zona hijau. Berdasarkan data RTI, IHSG pada pukul 09.10 WIB menguat 0,58% atau naik 41,53 poin ke level 7.159,13. Kinerja positif ini menunjukkan optimisme pasar di tengah sentimen global dan regional yang cenderung stabil.
IHSG membuka perdagangan di level 7.164,02, lalu naik hingga menyentuh titik tertinggi di 7.181,46 sebelum turun ke posisi terendah di 7.152,45. Volume transaksi yang tercatat mencapai 1,83 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) sebesar Rp 1,38 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 135.362 kali.
Sebanyak 261 saham menguat, 161 saham melemah, dan 203 saham stagnan. Sektor perbankan, komoditas, dan teknologi mendorong penguatan IHSG sejak awal perdagangan berkat tren kenaikan yang mereka tunjukkan.”
Penguatan IHSG pagi ini sejalan dengan pergerakan bursa saham utama di kawasan Asia. Indeks Nikkei Jepang naik 0,66%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,23%, dan Shanghai Composite Index juga mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,04%. Hal ini mencerminkan sentimen pasar regional yang cukup stabil di tengah perkembangan ekonomi global.
Baca Juga : Pasar Saham RI Kena Imbas Perang Iran & Israel?
Pelaku Pasar Pantau Kebijakan Suku Bunga AS dan Data Ekonomi Domestik
Pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta data ekonomi domestik yang segera akan rilis, termasuk neraca perdagangan dan proyeksi inflasi. Fokus ini menjadi faktor utama dalam menentukan arah investasi dan pergerakan pasar dalam waktu dekat.
Selain itu, investor juga memperhatikan pergerakan harga komoditas global, terutama minyak mentah dan logam mulia, yang ikut mempengaruhi saham-saham di sektor energi dan tambang.
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan tren positif apabila sentimen global tetap kondusif dan tidak ada gangguan signifikan dari sisi geopolitik maupun ekonomi makro. Namun, beliau menghimbau para pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Secara teknikal, level resistance IHSG berikutnya berada di kisaran 7.200, sementara support berada di level 7.100.
















