KPK Masih Menelusuri Keberadaan dan Status Jet
Jayapura Express – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan pembelian jet pribadi dengan dana hasil korupsi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua pada 2020-2022. Meski sudah mengendus jejak pembelian jet tersebut, KPK masih merahasiakan lokasi keberadaannya.

KPK mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi mantan Gubernur Papua Lukas Enembe hingga mengungkap pembelian jet pribadi menggunakan dana operasional dan program kedinasan kepala daerah. KPK memperkirakan kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp 1,2 triliun.
Tersangka Pembelian Jet Pribadi, Deus Enumbi
Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Deus Enumbi, menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini. KPK mengidentifikasi bahwa dia terlibat dalam proses pembelian jet pribadi bersama Lukas Enembe. Dalam penyidikan lebih lanjut, KPK menemukan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pelayanan publik tetapi mereka memakainya untuk membeli jet tersebut.
Baca Juga : KPK Ungkap Negara Rugi Rp 1,2 T di Kasus Dana Operasional Eks Gubernur Papua
Lokasi Jet Masih Dirahasiakan KPK
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa KPK telah memperoleh informasi mengenai lokasinya, tetapi belum mengungkapkan lokasi pastinya kepada publik. “Kami masih terus memastikan posisi pesawat tersebut. Saat ini, statusnya masih kami rahasiakan,” ungkap Setyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Setyo meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terkait lokasi jet pribadi yang diduga dibeli dari dana korupsi. KPK kini tengah melacak keberadaan pesawat itu di luar negeri, setelah menyebutkan bahwa pesawat tersebut mungkin berada di negara lain.
Rencana KPK: Bawa atau Titipkan Jet ke Negara Terkait
KPK mempertimbangkan dua opsi terhadap jet pribadi yang diduga dibeli dari hasil korupsi, yaitu membawanya ke Indonesia atau menitipkannya di negara tempat jet itu ditemukan. Jika jet tetap berada di luar negeri, KPK akan bekerja sama dengan aparat berwenang setempat untuk menjamin keamanan pesawat tersebut agar tidak berpindah tangan. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa pihaknya terus melacak keberadaan jet itu dan memastikan status hukumnya tetap terjaga.
















